TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN DI SD
OLEH :
Elgi Novita Anggrani
1820172
DOSEN PENGAMPU :
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
PEMBELAJARAN DI SD
A. Konsep Belajar
Pendidikan merupakan aktivitas vital dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia melalui transfer ilmu pengetahuan, keahlian dan nilai-nilai kehidupan guna membekali anak didik menuju kedewasaan dan kematangan pribadinya. Belajar sangat penting bagi umat manusia, hampir setiap manusia tak lepas dari aktifitas belajar setiap harinya. Semua manusia mempunyai semangat dalam kehidupannya untuk belajar dan belajar yang tertuang dalam hadist nabi bahwa “Carilah ilmu mulai dari buaian (lahir) hingga liang lahat (wafat)” HR. Muslim. Maka manusia akan merasakan nikmatnya berilmu dan terus menggali pengetahuan untuk bekal hidup di masa depannya. Berkaitan dengan belajar Al-Ghazali menyatakan belajar itu suatu proses pengalihan ilmu pengetahuan dari guru ke siswa. Al-Ghazali mengajarkan bahwa belajar adalah proses memanusiakan manusia sejak masa kejadiannya sampai akhir hayatnya melalui berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam bentuk pengajaran yang bertahap.
Terdapat banyak ahli yang berusaha mendefinisikan belajar, diantaranya adalah :
1. James O. Wittaker : Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
2. Cronbach : Belajar adalah ditunjukan oleh perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil pengalaman.
3. Howard L. Kingsley : Belajar adalah proses yang dengannya tingkah laku (dalam arti yang luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik dan latihan.
4. Chaplin : Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap atau permanen sebagai akibat latihan dan pengalaman.
Definisi belajar yang lebih kompleks adalah sebagaimana diungkapkan oleh Reber yang mendefinisikan belajar dalam dua pengertian berikut ; (1) belajar adalah sebagai proses memperoleh ilmu pengetahuan, (2) belajar sebagai suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. Definisi diatas menekankan pengertian belajar pada aspek kognitif, disamping behavioris (tingkah laku) yaitu belajar sebagai upaya memperoleh ilmu pengetahuan, pemahaman, kecakapan, kebiasaan dan sikap yang disimpan dan dilaksanakan sehingga melahirkan perubahan pengetahuan dan tingkah laku.
. Karakteristik Proses Belajar
Proses belajar sangat dipengaruhi oleh pendekatan strategi yang digunakan oleh guru kepada siswanya. Kurikulum saat ini dipandang sebagai proses pembelajaran yang dapat mengoptimalkan seluruh aktifitas yang dimilikinya. Proses belajar dapat dilihat berdasarkan teori dan tipe belajar sebagai berikut ;
1. Teori Belajar
a. Teori disiplin mental ; pandangan idealisme yang melukiskan pikiran dan jiwa yang bersifat dasar bagi segala sesuatu yang ada. Belajar dilukiskan sebagai pengembangan oleh pikiran yang bersifat keturunan.
b. Teori belajar asosiasi ; proses interaksi antara stimulus dan respon dimana peserta didik makin giat belajar dan makin tinggi kemampuannya.
c. Teori insight ; pemahaman terhadap hubungan antarbagian di dalam suatu situasi masalah.
d. Teori teori gestalt ; proses presepsi melalui pengorganisasian suatu komponen yang memiliki hubungan, pola, dan juga kemiripan yang bersatu menjadi satu kesatuan.
2. Tipe Belajar
Ada delapan tipe belajar menurut Gagne (1970) yang dapat dilakukan kepada siswa sebagai berikut ;
a. Signal Learning (Belajar melalui isyarat)
b. Stimulus Respon Learning (Memulai rangsangan)
c. Chaning Learning (Belajar melalui rangkaian)
d. Verbal Association Learning (Belajar melalui perkaitan verbal)
e. Discrimination (Belajar membeda-bedakan)
f. Concept Learning (Belajar melalui konsep)
g. Rule Learning (Belajar melalui aturan-aturan)
h. Problem Solving (Belajar melalui pemecahan masalah)
3. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Hasil belajar tersebut terjadi terutama berkat evaluasi guru. Hasil belajar dapat berupa dampak pengajaran dan dampak pengiring. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai. Bloom merumuskan hasil belajar sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi domain (ranah kognitif), ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
C. Tahapan Perkembangan Peserta Didik di SD
Karakteristik perkembangan tahapan siswa awal (2-6 tahun) yaitu setelah siswa meninggalkan masa bayi dan mulai mengikuti pendidikan formal di SD. tekanan dan harapan sosial untuk mengikuti pendidikan sekolah menyebabkan perubahan pola perilaku, minat, dan nilai pada diri siswa (Egen dan Kaucak, 2004). Orangtua menganggap bahwa masa siswa awal sebagai usia sulit dan mengundang masalah, selain itu siswa awal sebagai usia bermain karena sebagian besar waktu siswa digunakan habis untuk bermain. Masa ini disebut juga usia yang suka meniru atau mengidentifikasi karena sesuai dengan perkembangan kognitifnya siswa lebih suka meniru daripada harus berpikir sendiri sehingga siswa senang belajar dengan cara meniru, terutama menirukan pembicaraan dan tindakan oranglain yang ada disekitarnya.
Selanjutnya pada tahapan 6-12 tahun, dapat dikatakan waktu yang relatif singkat, akan tetapi karena ketidakberdayaan dan ketergantungan pada orang lain dirasakan waktu ini terasa relatif lama. Siswa tidak sabar menunggu saat pengakuan dari masyarakat bahwa mereka bukan siswa lagi, melainkan sudah menjadi orang dewasa yang memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun menurut kehendak sendiri. Pada tahap ini peran orangtua dan orang dewasa sangat penting sekali dalam mempersiapkan siswa pada masa siswa akhir untuk memasuki masa puber dengan menjadi teman bagi siswanya dan memberikan informasi mengenai perubahan fisik dan psikis yang akan terjadi pada masa puber.
Adapun kesulitan anak dalam belajar adalah sebagai berikut ;
1. Hilangnya respon yang bertentangan.
2. Proses belajar yang dilakukan anak tidak berfungsi dengan baik.
3. Prestasi belajar yang didapatkan tergolong rendah.
4. Lambat menerima atau menangkap suatu pelajaran.
5. Ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala dimana anak tidak dapat belajar sama sekali.
D. Karakteristik Pembelajaran di SD
. Karakteristik Pembelajaran di Kelas Rendah
Anak kelas rendah adalah anak yang berada pada rentangan usia dini yaitu 6-8 tahun telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia SD, yaitu ;
a. Konkrit, proses belajar dimulai dari hal-hal yang bersifat nyata yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
b. Integratif, anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu, dari hal umum ke bagian demi bagian.
c. Hierarkies, cara belajar anak berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks.
2. Karakteristik Pembelajaran di Kelas Tinggi
Karakteristik perkembangan berpikir anak usia kelas 4,5,6 sebagaimana anak perlu dikondisikan untuk dapat melakukan berbagai kegiatan yang menantang dan siswa sudah mulai melakukan percobaan atau eksperimen dan belajar memecahkan masalah. Penerapan berbagai kegiatan belajar di kelas tinggi adalah upaya guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas tinggi diperlukan penguasaan bahan yang optimal, kemampuan memilih dan menggunakan strategi pembelajaran yang relevan dapat mengaktifkan siswa dalam belajar dan dituntut kepiawaian guru dalam melaksanakan pembelajaran yang menantang bagi siswa pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan dalam pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Hermawan Asep. 2014. Konsep Belajar Dan Pembelajaran Menurut Al-Ghazali. Jurnal Qathruna Vol. 1 No.1.
Anshory AM Ichsan, dkk. Tahapan Dan Karakteristik Perkembangan Belajar Siswa Sekolah Dasar. The Progressive And Fun Education Seminar. ISBN : 978-602-361-045-7.
Artikelnya bagus, semoga bermanfaat bagi semuanya,
ReplyDeleteTerima kasih nanda, iya semoga bermanfaat Nanda, makasih komennya nanda
ReplyDeleteAssalamualaikum elgi, isi artikelnya bagus tapi tolong rapikan lagi tulisannya yh elgi
ReplyDeleteArtikelnya udh bagus tapi lebih di rapi kan lagi tulisannya
ReplyDelete