TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL BELAJAR DAN RUMPUNAN MODEL MENGAJAR

Oleh :
Elgi Novita Anggrani
1820172
PGSD 4.4
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
Model-Model Belajar dan Rumpunan Mdoel Mengajar
A. Pengertian Pembelajaran Langsung ( Direct Instruction )
Model pengajaran langsung ( Direct Instruction ) adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan procedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah ( Arends, 1997 ). Model pembelajaran langsung ( Direct Instruction ) adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. Dalam hal ini guru berperan sebagai penyampai informasi, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya film, tape recorder, gambar, peragaan, dan sebaganya. Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan prosedural (yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif, (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi).
B. Tujuan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction/DI)
Sebagian besar tugas guru ialah membantu siswa memperoleh pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu, misalnya bagaimana cara menggunakan mikroskop, dan bagaimana melakukan suatu eksperimen. Guru juga membantu siswa untuk memahami pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan tentang sesuatu (dapat diungkapkan dengan kata-kata), misalnya tentang konsep atom, elektron, proton, dan sebagainya. Model DI dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Menghafal hukum atau rumus tertentu dalam bidang IPA merupakan contoh pengetahuan deklaratif sederhana (informasi faktual). Sedangkan, bagaimana cara mengoperasikan alat-alat ukur, mikroskop, dan sebagainya merupakan contoh pengetahuan prosedural.
Dalam banyak hal, penguasaan terhadap pengetahuan dasar prosedural dan deklaratif terdiri atas kegiatan khusus dan kegiatan berurutan. Misalnya, agar siswa terampil menggunakan alat destilasi untuk memisahkan campuran cair dengan cair (yang berbeda titik didihnya), memerlukan pengetahuan deklaratif tentang nama-nama bagian alat destilasi dan juga pengetahuan prosedural seperti bagaimana merangkai alat-alat destilasi, memanaskan cairan, dan seterusnya.
C. Tahapan atau sintaks model pembelajaran langsung menurut Bruce dan Weil, sebagai berikut:
1). Orientasi. Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, akan sangat menolong siswa jika guru memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk orientasi dapat berupa: (1) kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa; (2) mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran; (3) memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan; (4) menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran; dan (5) menginformasikan kerangka pelajaran.
2). Presentasi. Pada fase ini guru dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa: (1) penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek; (2) pemberian contoh-contoh konsep; (3) pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas; dan (4) menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.
3). Latihan terstruktur. Pada fase ini guru memandu siswa untuk melakukan latihan-latihan. Peran guru yang penting dalam fase ini adalah memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi respon siswa yang salah.
4). Latihan terbimbing. Pada fase ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini baik juga digunakan oleh guru untuk mengases/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.
5). Latihan mandiri. Pada fase ini siswa melakukan kegiatan latihan secara mandiri, fase ini fdapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 80-90% dalam fase bimbingan latihan
Di lain pihak, Slavin mengemukakan tujuh langkah dalam sintaks pembelajaran langsung yaitu:
1. Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapakan.
2. Me-review pengetahuan dan keterampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa.
3. Menyampaikan materi pelajran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dam sebagainya.
4. Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman dan mengoreksi kesalahan konsep.
5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok.
6. Menilai kinerja siswa dan memberi umpan balik. Guru memberikan review terhadap hal-hal yang sudah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika perlu.
7. Memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.
D.Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL)
Adalah suatu model pembelajaran yang dirancang pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah agar siswa mendapat pengetahuan penting. Dengan demikian diharapkan siswa mahir dalam memecahkan masalah, memiliki model belajar sendiri dan memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim.
Dengan pendekatan model PBL memberikan peluang bagi siswa untuk melakukan penelitian dengan berbasis masalah nyata dan autentik. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya memenuhi kriteria: kompleks, struktur tidak jelas, terbuka dan autentik.
Secara umum langkah-langkah model pembelajaran PBL menurut (Amif,2010:27) :
a. Menyadari Masalah.
Dimulai dengan kesadaran akan masalahyang harus dipecahkan.
Kemampuan yang harus dicapai peserta didik adalah peserta didik
dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang dirasakan
oleh manusia dan lingkungan sosial.
b. Merumuskan Masalah.
Rumusan masalah berhubungan dengan kejelasan dan
kesamaan persepsi tentang masalah dan berkaitan dengan
data-data yang harus dikumpulkan. Diharapkan peserta didik
dapat menentukan prioritas masalah.
c. Merumuskan Hipotesis.
Peserta didik diharapkan dapat menentukan sebab akibat
dari masalah yang ingin diselesaikan dan dapat menentukan
berbagai kemungkinan penyelesaian masalah.
d. Mengumpulkan Data.
Peserta didik didorong untuk mengumpulkan data yang relevan.
Kemampuan yang diharapkan adalah peserta didik dapat
mengumpulkan data dan memetakan serta menyajikan
dalam berbagai tampilan sehingga sudah dipahami.
e. Menguji Hipotesis.
Peserta didik diharapkan memiliki kecakapan menelaah dan
membahas untuk melihat hubungan dengan masalah yang diuji.
f. Menetukan Pilihan Penyelesaian.
Kecakapan memilih alternatif penyelesaian yang memungkinkan
dapat dilakukan serta dapat memperhitungkan kemungkinan
yang dapat terjadi sehubungan dengan alternatif yang dipilihnya.
DAFTAR PUSTAKA
Kardi, s. dan Nur, M.2000. Pengajaran Langsung. Surabaya: University Press.
Amif, ( 2010, hlm. 27 ) Langkah- Langkah Proses Pembelajaran Problem Based Learning. Skripsi Prodi PGSD Universitas Pasundan Bandung.
Makasih ilmunya elgi😊
ReplyDelete