Monday, March 23, 2020
Hakikat Media Pembelajaran
Friday, March 20, 2020
Prosedur Pembelajaran

- Menciptakan Sikap dan Suasana Kelas yang Menarik yaitu kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh sikap guru di depan kelas. Guru harus memperliahatkan sikap yang menyenangkan supaya siswa tidak merasa tegang, kaku, bahkan takut mengikuti pembelajaran. Kondisi yang menyenangkan ini harus diciptakan mulai dari awal pembelajaran sehingga siswa akan mampu melakukan aktivitas belajar dengan penuh percaya diri tanpa ada tekanan yang dapat menghambat aktivitasnya.
- Memeriksa Kehadiran Siswa yaitu kegiatan yang dilakukkan guru pada jam pertama pembelajaran adalah mengecek kehadiran siswa. Untuk meghemat waktu dalam mengecek kehadiran siswa, dengan mengecek kehadiran, secara tidak langsung guru telah memberikan motivasi terhadap siswa, disiplin dalam mengikuti pembelajaran.
- Menciptakan Kesiapan Belajar Siswa merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru perlu membantu mengembangkan kesiapan belajar dan menumbuhkan semangat siswa dalam belajar.
- Menciptakan Suasana Belajar yang Demokratis yaitu menciptakan suasana belajar yang demokratis daapat dikondisikan melaului pendekatan proses belajar Cara Belajar Siswa Aktif. Untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis guru harus membimbing siswa agar berani menjawab, berani bertanya, berani mengeluarkan ide.
- Menimbulkan Motivasi dan Perhatian Siswa, membangkitakan motivasi dan perhatian siswa merupakan kegitanan yang perlu dilaksanakan pada setiap tahapan kegiatan pembelajaran. Khususnya pada tahap awal pembelajaran siswa perlu difokuskan perhatiannya pada materi yang akan dibahas.
- Memberi acuan , memberi acuan dapat diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal yang akan dipelajari dan kegitan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan guru dalam memberikan acuan sebagi berikut: memberitahukan kemampuan yang diharapkan atau materi yang akan dipelajari.
- Membuat kaitan, kegiatan pembelajaran kaitan pada awaln pembelajaran biasanya dikenal dengan melakukan apersepsi. Cara guru dalam membuat kaitan: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya, menunjukkan manfaat materi yang dipelajari, meminta siswa menggemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
- Melaksanakan Tes Awal
- Memahami kemampuan siswa.
- Dapat membangkitkan perhatian siswa sehinnga perhatian siswaterpusat pada pelajaran yang akan diikutinya.
- Dapat memberikan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu.
- Dapat menciptakan interaksi edukatif yang efektif sehingga siswa merasakan adanya suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
- Memberikan penguatan pada siswa.
- Menanamkan sikap disiplin pada siswa.
- Mengamati, guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih siswa untuk memperhatikan ( melihat, membaca, mendengar ) hal yang penting dari suatu benda dan objek.
- Menanya, dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat.
- Mengumpulkan dan mengasosiasikan, tindak lanjut dari bertanya adalah menggalai dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu, peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak. Dari kegitan tersebut terkumpul sejumlah informasi , informasi tersebut menjadi dasar bagi kegitan berikutnya yaitu memproses informasi dengan infoermasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
- Mengkomunikasikan Hasil, kegiatan berikutnya alah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan dikelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik.
Model - Model Belajar dan Rumpun Mengajar

Sebagian besar tugas guru ialah membantu siswa memperoleh pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu, misalnya bagaimana cara menggunakan mikroskop, dan bagaimana melakukan suatu eksperimen. Guru juga membantu siswa untuk memahami pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan tentang sesuatu (dapat diungkapkan dengan kata-kata), misalnya tentang konsep atom, elektron, proton, dan sebagainya. Model DI dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Menghafal hukum atau rumus tertentu dalam bidang IPA merupakan contoh pengetahuan deklaratif sederhana (informasi faktual). Sedangkan, bagaimana cara mengoperasikan alat-alat ukur, mikroskop, dan sebagainya merupakan contoh pengetahuan prosedural.
Model Pembelajaran Koperatif
Pemilihan Metode Mengajar
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
Wednesday, March 18, 2020
Hakikat Strategi Pembelajaran
TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN
HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN
OLEH :
Elgi Novita Anggrani
1820172
DOSEN PENGAMPU :
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN
A. Konsep Dan Prinsip Belajar Dan Pembelajaran
1. Pengertian Belajar
Belajar menunjukan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang disadari atau disengaja. Aktivitas ini menunjukan pada keaktifan seseorang dalam melakukan aspek mental yang memungkinkan terjadinya perubahan pada dirinya. Kegiatan belajar juga dimaknai sebagai interaksi individu dengan lingkungannya. Lingkungannya dalam hal ini adalah obyek-obyek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman-pengalaman atau pengetahuan.
Tokoh psikologi belajar memiliki persepsi dan penekanan tersendiri tentang hakikat belajar dan proses ke arah perubahan sebagai hasil belajar. Berikut ini adalah beberapa kelompok teori yang memberikan pandangan khusus tentang belajar :
a. Behaviorisme ; manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di dalam lingkungannya yang memberikan pengalaman tertentu kepadanya.
b. Kognitivisme ; tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi atau pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan.
c. Psikologi Sosial ; proses belajar bukanlah proses yang terjadi dalam keadaan menyendiri, akan tetapi harus melalui interaksi.
d. Teori Belajar Gagne ; belajar merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah, akan tetapi hanya terjadi dengan kondisi tertentu.
e. Teori Fitrah ; seseorang anak akan dapat mengembangkan potensi baik yang telah dibawanya sejak lahir melalui pendidikan.
Dari teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku dan perubahan pemahaman, yang pada mulanya seseorang anak tidak dibekali dengan potensi fitrah, kemudian dengan terjadinya proses belajar maka seseorang anak berubah tingkah laku dan pemahamannya semakin bertambah.
2. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasikan lingkungan yang ada disekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam situasi lingkungan belajar. Menurut Trianto, pembelajaran adalah aspek kegiatan yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya. Secara sederhana, pembelajaran dapat diartikan sebagai produk interaktif berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.
Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen yang satu sama lain saling berinteraksi, yaitu sebagai berikut :
a. Guru dan Siswa
b. Tujuan Pembelajaran ; pedoman dan sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan mengajar.
c. Materi Pembelajaran ; substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar dan mengajar.
d. Metode Pembelajaran ; cara untuk mencapai pembelajaran.
e. Alat Pembelajaran ; media yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memperlancar pembelajaran agar lebih efesien dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
f. Evaluasi ; sebagai tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran dan umpan balik guru atas kinerja yang yang telah dilakukannya dalam proses pembelajaran.
B. Perbedaan Pendekatan, Strategi, Metode Dan Teknik Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
2. Strategi Pembelajaran
Menurut Hamzah B Uno (2008 : 45) strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran. Sedangkan menurut Dick dan Carey (2005 : 45) strategi pembelajaran adalah komponen dari suatu set materi termasuk aktivitas sebelum pembelajaran dan partisipasi peserta didik yang merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya.
3. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran agar mudah dipahami oleh siswa. Langkah-langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan pembelajaran.
4. Teknik Pembelajaran
Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan sesuatu metode secara spesifik.
C. Faktor-Fator Penentu Dalam Pemilihan Strategi Pembelajaran
1. Karakteristik Peserta Didik ; kematangan mental dan kecakapan intelektual, kondisi fisik dan kecakapan psikomotor, umur, dan jenis kelamin.
2. Kompetensi Dasar yang Diharapkan ; pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek mata pelajaran tertentu.
3. Bahan Ajar ; merupakan seperangkat informasi yang harus diserap peserta didik melalui pembelajaran yang menyenangkan.
4. Sarana Prasarana ; segala sesuatu yang berlangsung dapat dipakai peserta didik dalam belajar untuk mencapai suatu kompetensi dan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.
5. Kemampuan dan kecakapan pengajar
D. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran
1. Strategi Pembelajaran Langsung
Strategi Pembelajaran Langsung Merupakan bentuk dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru. Dikatakan demikin sebab dalam strategi ini guru memegang peran yang sangat dominan.
2. Strategi Pembelajaran Cooperative Learning
Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas.
3. Strategi Pembelajaran Problem Solving
Strategi Pembelajaran Problem Solving adalah teknik untuk membantu siswa agar memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pemecahan.
4. Strategi Elaborasi
Strategi Elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan hubungan dan gabungan antara informasi baru dengan yang pernah ada.
5. Strategi Pembelajaran CTL
Merupakan strategi yang belajar yang mengaitkan antara materi dengan kehidupan nyata peserta didik, membantu menghubungan dengan materi bahan yang konkret.
6. Strategi Peningkatan Kemampuan Berfikir
Strategi Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah Menekankan pada kemampuan berfikir siswa melalui pengalaman anak dan sebagai bahan ajar dalam memecahkan masalah.
DAFTAR RUJUKAN
Pane Aprida, dkk. 2017. Belajar Dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu Keislaman. Vol.03 No.2.